Organisasi Formal dan Organisasi Informal Beserta Contohnya


Pada kegiatan belajar sebelumnya, kita telah mempelajari pengertian organisasi dan organisasi sosial berikut tipologi atau klasifikasinya yang dibuat oleh para ahli. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai materi organisasi formal dan organisasi informal/organisasi non formal/organisasi tidak formal beserta contoh-contohnya. Seperti yang telah disinggung, pembagian klasifikasi organisasi menurut para ahli ini merupakan salah satu materi tipologi organisasi. Mari simak ulasan materinya!

Sejatinya organisasi dibedakan menjadi organisasi formal dan organisasi informal karena diihat dari tingkat kepastian strukturnya. Meskipun tingkat kepastian struktur ini merupakan dasar yang utama, tetapi sebenarnya terdapat dasar lain, yang dapat dipakai untuk melihat persamaan dan perbedaan antara organisasi formal dan organisasi informal. Salah satu pendapat yang menggunakan tingkat kepastian struktur sebagai dasar tipologi ini adalah yang dikemukakan oleh Herbert G. Hicks (Sutarto, 1981: 11-13).

PENGERTIAN ORGANISASI FORMAL


Ada beberapa pendapat para ahli yang dapat dijadikan acuan dalam mendefinisikan organisasi formal. Akan tetapi, kali ini kita akan menggunakan definisi organisasi formal menurut Theodorson.

“Formal organization is a highly organized group having explicit objectives, formally stated rules and regulations and a system of specially defined roles, each with clearly designated rights and duties” – Theodorson, 1979: 287

Definisi organisasi formal di atas dapat diartikan secara bebas menjadi:

“Organisasi formal adalah suatu perkumpulan yang sangat terorganisir secara objektif, memiliki peraturan dan regulasi tertulis yang jelas dan sebuah sistem dimana setiap tugas, wewenang dan hak diberikan secara terstruktur dan berkesinambungan.”

CIRI-CIRI ORGANISASI FORMAL


Dengan membedah definisi yang diberikan diatas, akan dapat diketahui berbagai macam-macam ciri dari organisasi formal, termasuk di dalamnya bentuk komunikasi dalam organisasi tersebut.
Ciri-ciri organisasi formal adalah:
  • Memiliki perincian pekerjaan yang jelas bagi tiap anggota
  • Memiliki tujuan organisasi yang jelas
  • Terdapat pengaturan yang tegas mengenai status, gaji, pangkat dan penghasilan 
  • Memiliki perencanaan yang matang sehingga tahan lama
  • Memiliki aturan baku, sehingga tidak bisa fleksibel
  • Keanggotaan diperoleh secara sadar, untuk waktu tertentu dan biasanya bersifat terbuka


6 ciri-ciri organisasi formal di atas adalah apa yang menyebabkan suatu organisasi dikatakan formal atau tidak formal. Kategori-kategori suatu organisasi dikatakan formal, jika, sedikitnya memiliki ciri berupa perencanaan organisasi yang matang, rincian tugas dan kedudukan, terstruktur dan memiliki aturan baku yang mengikat.

10 CONTOH DARI ORGANISASI FORMAL


Jika ada pertanyaan atau soal yang berbunyi: sebutkan contoh organisasi formal? Apa yang ada di benak pembaca? Sebetulnya dengan melihat ciri-ciri organisasi formal, ada beberapa organisasi di sekeliling kita yang bisa dikategorikan sebagai organisasi formal. Daftar contoh-contoh organisasi formal adalah:
  • Pemerintahan Daerah (Pemda)
  • Perusahaan besar (swasta, private company)
  • Universitas
  • Angkatan bersenjata
  • Koperasi
  • BUMN/BUMD
  • LSM
  • Organisasi Non-profit (Seperti Walhi, Greenpeace, Indonesia Mengajar, Remaja Masjid, dll)
  • Partai Politik
  • Organisasi profesi (Ikatan Dokter Indonesia, Peradi, Himpunan Artis Pengusaha Seluruh Indonesia, dll)


PENGERTIAN ORGANISASI INFORMAL/NON-FORMAL/TIDAK FORMAL


Definisi organisasi formal adalah berlawanan dengan organisasi formal. Artinya suatu organisasi jika ia bukan merupakan organisasi formal, maka sudah barang tentu organisasi tersebut dikategorikan sebagai organisasi informal. Ini jika dilihat dari tipologi organisasi menurut tingkat kepastian struktur.
Jadi apa yang dimaksud organisasi informal?

“Informal organization is the system of personal relationship that develops spontaneously as individuals interact within a formal organization.” – Theodorson, 1979: 287

Jadi, menurut pendapat Theodorson, organisasi informal adalah sebuah sistem hubungan personal yang terbentuk secara spontan antar individu yang berinteraksi dalam ruang lingkup organisasi formal.

Organisasi informal dibentuk bukan atas suatu peraturan hukum tertentu, tetapi lebih merupakan kesepakatan secara spontan antar anggota dalam sebuah organisasi.

Organisasi informal adalah stempat dimana individu mencurahkan kekecewaannya terhadap kebijakan yang terdapat pada organisasi formal. Bisa dikatakan bahwa jika individu-individu yang kecewa pada keputusan organisasi formal, maka mereka akan cenderung membentuk organisasi informal yang terdiri dari anggota-anggota yang memiliki perasaan atau sikap sama-sama kecewa.

KARAKTERISTIK ATAU SIFAT ORGANISASI TIDAK FORMAL


Melihat acuan dari ciri-ciri organisasi formal, maka sifat organisasi non formal adalah kebalikan atau negasi dari semua ciri-ciri yang terdapat pada organisasi formal. Ciri ciri tersebut adalah:
  • Tidak memiliki perincian tugas yang jelas
  • Bersifat bebas, fleksibel
  • Tidak mengikat
  • Bersifat tidak pasti, spontanitas
  • Keanggotaan bersifat terbuka dan bebas (tidak bisa dipastikan kapan menjadi anggota, dan kapan tidak menjadi anggota)
  • Memiliki ketentuan tidak formal, bisa berubah-ubah dan tidak tertulis yang bersifat kesepakatan bersama

Perlu digarisbawahi bahwasannya ORGANISASI INFORMAL bisa menjelma menjadi ORGANISASI FORMAL yang berbeda dengan organisasi induk dan ini bisa saja menyebabkan disintegrasi organisasi.

CONTOH-CONTOH ORGANISASI INFORMAL


Setelah mengetahui definisi dan ciri-ciri organisasi informal, berikut ini adalah daftar dari contoh organisasi informal yang teman-teman dapat ketahui:
  • Klub motor, klub baca, klub skate board
  • Perkumpulan bridge
  • Persahabatan, brotherhood, dll

Contoh nyatanya: Ada sebuah klub Moge Harley Davidson di kota Anda. Anda tentu harus membeli moge Harley Davidson untuk bergabung dengan klub tersebut. Setelah Anda membeli moge, dan ikut klub mereka, apakah Anda sudah merasakan sebagai anggota organisasi klub tersebut? Apakah Anda merasa terikat dan merasa membutuhkan mereka? Apakah ada sanksi jika Anda tidak mengikuti acara touring mereka? Jika seumpama Anda menjual moge Anda tersebut, apakah Anda beroleh pinalti? Tentu tidak. Anda menjadi anggota moge tersebut karena Anda memiliki sepeda motor dengan tipe yang sama. Jika Anda menjual moge, maka otomatis Anda bukan lagi anggota dari klub motor tersebut.


Sekian pembahasan materi tentang organisasi formal dan organisasi informal kali ini. Pada pembahasan berikutnya, kami akan mengulas tentang struktur organisasi formal dan struktur organisasi informal berikut persamaan dan perbedaan-perbedaan organisasi tersebut secara lengkap.



Previous
Next Post »