[MANAJEMEN] Penjelasan Tentang Teori Produksi, Biaya Jangka Pendek dan Biaya Jangka Panjang dalam Manajemen - Pengantar Ekonomi Mikro

PENGENALAN


Selamat berjumpa kembali dalam pembahasan Pengantar Ekonomi Mikro – Universitas Terbuka. Kali ini kita akan membahas mengenai periode produksi, produksi dan biaya sebagai bentuk manajemen keuangan sebuah organisasi baik swasta maupun negara (publik).

KOMPETENSI YANG AKAN DICAPAI


Pada salah satu bagian dari proses manajemen ini kita akan membahas teori produksi dan teori biaya. Setelah mengikuti pembahasan ini, Anda diharapkan dapat:
  • Menjelaskan teori produksi
  • Menjelaskan produksi jangka pendek
  • Menjelaskan produksi jangka panjang
  • Menjelaskan biaya jangka pendek
  • Menjelaskan biaya jangka panjang


MATERI VIDEO TENTANG PRODUKSI DAN BIAYA - MANAJEMEN



PENGERTIAN PERIODE PRODUKSI DAN BIAYA


Output diproduksi oleh satuan-satuan usaha produsen yang mengorganisasikan, menyewa serta menggunakan faktor-faktor produksi yang kemudian dijual kepada konsumen. Perusahaan bertujuan memperoleh keuntungan maksimal yaitu  selisih antara penerimaan atau pendapatan total dikurrangi biaya produksi total. Hal pertama ia harus lakukan adalah mengombinasikan faktor-faktor produksi hingga dicapai biaya produksi minimum.

Satuan-satuan produksi bentuknya sangat bervariasi pada berbagai bidang usaha dan skala roduksi. Dari segi pemilikan bisa dibedakan antara satuan produksi milik swasta dan negara, masing-masing mempunyai bentuk spesifikasi sendiri.  Tujuan perusahaan mungkin agak berbeda namun, ada satu kesamaan yaitu perusahaan harus bekerja secara efisien dengan biaya terendah. Skala produksi lebih besar bertendensi menurunkan biaya dan menaikkan efisiensi sutuan usaha.

FUNGSI PRODUKSI


Teori produksi, atau fungsi produksi merupakan hubungan antara input dan output. Fungsi produksi dibedakan menurut periodenya yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek dianggap paling tidak satu faktor produksi adalah konstan sedangkan yang lain diubah atau merupakan faktor produksi variabel. Dalam hal ini berlaku Hukum Penambahan Hasil yang semakin berkurang. Fungsi produksi jangka panjang, menganggap semua faktor merupakan faktor variabel karena cukup waktu bagi satuan usaha untuk mengubah..

Biaya produksi yang dianalisis adalah biaya ekonomis dan bukan biaya finasial. Biaya ekonomi meliputi semua pengorbanan atau pengeluaran implisit baik utuk faktor-faktor miliki sendiri atau bukan. Hal ini yang disebut sebagai konsep biaya alternatif atau biaya oportunitas. Konsep ini berbeda dengan konsep biaya eksplisit yang hanya mempertimbangkan biaya langusng dan tidak langusng (overhead) saja.

PRODUKSI DAN BIAYA JANGKA PENDEK DALAM PROSES MANAJEMEN


Produk rata-rata (AP) merupakan produk total (TP)  dibagi dengan jumlah satuan faktor variabel, sedangkan produk marjinal (MP) merupakan tambahan produk (total) akibat digunakannya satu satuan tambahan fator variabel, misalnya tenaga kerja. faktor produksi harus dikombinasikan sedemikian rupa agar diperoleh biaya produksi terendah. Kurva atau skedul biaya diperoleh dengan mengalikan kuantiatss faktor produksi yang digunakan dengan harganya. Fungsi biaya merupakan cerminan fungsi produksi dan harga-harga faktor produksi.

Konsep total, rata-rata dan marjinal juga berlaku dalam pembahasan tentang biaya. Biaya total adalah biaya tetap ditambah dengan biaya variabel. Biaya rata-rata merupakan biaa total dibagi dengan kuantitas output yang diproduksi. Biaya marjinal adalah tambahan atau kenaikan biaya karena diproduksi satu satuan tambahan output. Semua kurva biaya rata-rata, kecuali biaya tetap rata-rata dan biaya marjinal berbentuk U. kurva biaya tetap rata-rata berbentuk asimptotik melengkung dari kiri atas ke kanan bawah. Kurva biaya total berbentuk huruf S, demikian pula kurva biaya variabel total tetapi terletak di bawahnya dengan jarak vertical konstan sebesar biaya tetap total. Kurva biaya tetap total berbentuk garis lurus mendatar.

PRODUKSI DAN BIAYA JANGKA PANJANG DALAM PROSES MANAJEMEN


Dalam jangka panjang semua faktor produksi merupakan faktor produksi variabel, karena tu harus dipilih kombinasi faktor produksi yang memberikan biaya terendah. Ini merupakan posisi optimal posisi optimal yang bisa dianalisis dengan menggunakan kurva iso-cost  atau isobiaya. Analisis ini analog dengan analisi kurva indiferensi pada teori konsumsi individual, hanya disini bedanya produsen dengan sejumlah pengeluaran biaya tertentu berusaha mencapai output maksimum atau bagaimana memproduksi dengan biaya terendah.

Isokuan merupakan kombinasi kuantitas dua faktor produksi yang menghasilkan output total yang sama jumlahnya. Ciri atau karaktersitik kurva isokuan adalah berlereng menurun, berbentuk garis melengkung dan cekung kea rah titik origin serta tidak saling memotong.

Dalam analisis untuk memperoleh biaya produksi terendah maka dianggap sebagai berikut. Terdapat fungsi produksi untuk komoditi yang bersangkutan dengan menggunakan dua faktor produksi dan fungsinya ddicerminkan pada kurva isoproduk. Harga faktor-faktor produksi sudah tertentu dan tetap berapa pun kuantitas yang dibeli dan digunakan. Biaya produksi terendah dicapai pada titik-titik persinggungan antara isobiaya dan isokuan. Secara matematis syarat in dinyatakan bahwa produk marjinal per rupiah pengeluaran biaya  harus sama untuk setiap faktor produksi.

Bila titik-titik atau posis optimal pada persinggungan tersebut dihubungkan maka diperoleh jalur perluasan produksi. Selanjutnya dapat diperoleh skedul biaya jangka panjang dengan mengalikan kuantitas keseimbangan faktor produksi dengan harganya. Kurva biaya rata-rata jangka panjang umumnya berbetuk huruf U landai yang menghubungkan titik-titik singgungnya dengan kurva-kurva biaya rata-rata jangka pendek pada berbagai skala produksi. Kurva biaya rata-rata jangka panjang merupakan kurva amplop.

Produksi ekonomis dan skala disekonomis dialami dalam janhka panjang. Skala ekonomis ditunjukkan oleh menurunnya kurva AC jangka panjang. Sedangkan menanjaknya kurva biaya tersebut mencerminkan skala disekonomis. Skala produksi ekonomis disebabkan karena faktor spesialisasi tenaga kerja dan manajemen, pemanfaatan peralatan capital secara efisien dan pemanfaatan produk sampingan.

Ada tiga kemungkinan pola produksi jangka panjang yang ditunjukkan oleh bentuk kurva AC.
  • Pertama, bentuknya terus menurun dari kiri atas ke kanan bawah.
  • Kedua, berbentuk huruf U curam dengan lembah dalam.
  • Kemungkinan ketiga, berbentuk huruf U landai, dangkal dan panjang. 


Referensi : Modul 4

Previous
Next Post »