Jenis-Jenis Sistem Ekonomi: Pengertian, Ciri-Ciri, Kelebihan dan Kelemahan Sistem Ekonomi di Dunia

Ada berbagai macam jenis-jenis sistem ekonomi di dunia ini yang dijalankan oleh negara-negara. Jenis-jenis sistem ekonomi ini memiliki pengertian, sejarah singkat, dan sifat-sifat atau karakteristik sistem ekonomi tersendiri. Jadi seperti apa saja jenis-jenis sistem ekonomi dan karakteristiknya? Jujur saja bahwa penulis juga baru tahu bahwa terdapat beberapa macam sistem ekonomi yang berjalan di dunia ini. Seperti sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi liberalis yang ada digunakan sebagai sistem ekonomi Amerika. Ada pula sistem ekonomi komunis, yang seperti kita tahu selalu bersinggungan dengan sistem ekonomi sosialis.


Dari berbagai jenis dan karakteristik, tentu sistem ekonomi itu memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Kelebihan dan kelemahan sistem ekonomi merupakan hal yang wajar. Pun ini berlaku pula untuk sistem ekonomi Islam, sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komunis. Di Indonesia sendiri memiliki sistem ekonomi berbeda yang akan dibahas di lain kesempatan. Sistem ekonomi Pancasila dan kerakyatan adalah sistem ekonomi paling ideal untuk warga negara Indonesia. Akan tetapi, berikut akan dibahas materi tentang macam-macam atau jenis-jenis, ciri atau karakteristik, kelebihan dan kelemahan sistem ekonomi yang ada di dunia.

SISTEM EKONOMI KAPITALIS

Sistem ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi yang menghendaki adanya kebebasan tiap individu untuk melakukan segala kegiatan ekonomi tanpa ada campur tangan pemerintah.


Dalam sistem ini, setiap individu memiliki hak mutlak untuk mengelola aset yang ia miliki untuk mendapatkan manfaat/keuntungan sebesar-besarnya. Sistem ini juga memungkinkan setiap orang untuk memelih pekerjaan atau usaha sesuai dengan kehendaknya. Pemerintah tidak memiki hak untuk melakukan intervensi, sehingga setiap individu bebas berkreativitas dan berinovasi.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kapitalis

  • Masyarakat bebas menentukan barang apa yang akan diproduksi, bagaimana cara memproduksi, bagaimana menjualnya dan berapa harga jualnya.
  • Setiap individu memiliki kebebasan mencari pekerjaan
  • Adanya kebebasan bagi masyarakat dalam menggunakan sumber daya ekonomi
  • Semua kegiatan produksi dilakukan dengan tujuan mendapatkan laba, sehingga mendorong kegiatan ekonomi dengan prinsip laba


Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis

  • Setiap orang memiliki kebebasan memiliki aset dan sumber daya produksi
  • Mendorong inisiatif dan inovasi masyarakat dalam bidang ekonomi
  • Munculnya persaingan yang membuat setiap produsen terpacu untuk menghasilkan produk
  • Dianggap efisien dan efektif karena semua tindakan didasari atas asas keuntungan


Kelemahan Sistem Ekonomi Kapitalis

  • Banyak penggunaan tenaga kerja di bawah umur dengan upah yang rendah, karena tujuannya untuk mencari keuntungan yang tinggi dengan menekan biaya produksi serendah-rendahnya.
  • Banyak dilakukan perdagangan yang curang, karena tujuannya mencari laba yang tinggi dan menghadapi para pesaing bisnis agar dapat terus menguasai monopoli pasar
  • Semakin lebar jurang antara si kaya dan si miskin


SISTEM EKONOMI SOSIALIS

Sistem ekonomi sosialis adalah sebuah sistem ekonomi yang menjadikan negara sebagai pusat komando perekonomian. Dalam artian semua kegiatan ekonomi masyarakat berupa produksi, dustribusi dan kosumsi diatur secara sistematis oleh negara. Semua sumberdaya ekonomi baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia statusnya adalah milik pemerintah yang nantinya akan digunakan untuk melaksanakan segala agenda ekonomi yang dibuat oleh pemerintah.


Dalam sistem ini, peran swasta dalam perekonomian sangat sedikit. Hal ini dikarenakan pihak produsen seperti pabrik, perusahaan ataupun industri hanya berperan sebagai pelaksana kebijakan ekonomi yang digelontorkan oleh pemerintah.

Sistem ini lahir sebagai reaksi balik terhadap dampak-dampak negatif yang ditimbulkan oleh sistim ekonomi kapitalis. Sistem ekonomi macam ini banyak diterapkan oleh negara-negara komunis seperti Kuba, Cina dan lain-lain.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Sosialis

  • Alat dan sumber produksi merupakan milik negara. Sedangkan hak milik perseorangan tidak dianggap.
  • Kebijakan perekonomian sepenuhnya direncanakan dan diatur oleh pemerintah (central planning). Pemerintah berperan sebagai pemegang kebijakan perencanaan sekaligus bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan pengawasannya.
  • Pemerintah mengatus jenis pekerjaan apa yang harus dilakukan oleh setiap individu. Rakyat tidak bisa memilih dan menentukan jenis pekerjaan yang dikehendaki, karena telah ditentukan oleh pemerintah.
  • Pihak swasta tidak ada yang dapat melakukan kegiatan ekonomi secara bebas dan mandiri. Hal ini disebabkan pemerintah menganggap semua warga negara sebagai pekerja.


Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis

  • Tanggung jawab kemajuan ekonomi berada di tangan pemerintah.
  • Pemerintah dapat menentukan jenis-jenis industri atau produksi.
  • Memudahkan pemerintah dalam mengatur, mengawasi, dan mengendalikan perekonomian.
  • Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis
  • Menghambat daya kembang dan kreativitas individu
  • Maasyarakat tidak dapat secara bebas menguasai memiki alat dan sumberdaya ekonomi
  • Mewariskan sifat diktator pada pemerintah


SISTEM EKONOMI CAMPURAN

Sistem ekonomi campuran merupakan salah satu dari tiga sistem ekonomi yang paling dikenal oleh masyarakat dunia. Sistem ekonomi ini berusaha mengambil dan memadukan kebaikan dari sistem ekonomi sosialis dan kapitalis yang dianggap terlalu ekstrim. Dalam sistem ini kedua belah pihak; pemerintah maupun swasta sama-sama berperan dalam kegiatan ekonomi. Jauh berbeda dengan sosialis yang menjadikan pemerintah sebagai penguasa otoriter yang memiliki hak penuh terhadap kebijakan dan kegiatan ekonomi. Ataupun seperti sistem liberal yang memberikan kebebasan penuh terhadap swasta dan pemilik modal sehingga dianggap rawan terjadi monopoli ekonomi oleh segelintir orang.

Karakteristik Sistem Ekonomi Campuran

Sekali lagi kita pertegas bahwa sistem ekonomi yang satu ini merupakan campuran dari sistem ekonomi sosialis dan kapitalis. Sehingga tidak heran di dalam sistem ekonomi campuran terdapat unsur-unsur sosialis dan kapitalis. Namun keduanya ini kemudian dilebur sehingga menghasilkan ciri khas dan karakteristik tersendiri.

Berikut ini beberapa ciri ekonomi campuran, antara lain:
  • Pemerintah berperan aktif dalam kegiatan ekonomi
  • Pemerintah membuat rencana kegiatan perekonomian dan berlaku terhadap semua pihak termasuk swasta
  • Sumber daya vital yang menyangkut hajat orang banyak/rakyat dikuasai oleh pemerintah
  • Hak swasta diakui
  • Timbulnya persaingan ekonomi antara individu/ kelompok dengan pengawasan oleh pemerintah
  • Pemerintah turut campur tangan dalam kegiatan ekonomi di pasar
  • Pemerintah dan swasta memiki peran yang sama dalam pelasanaan ekonomi


Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran memiliki beberapa kelebihan dibanding sistem ekonomi sosial dan liberal, diantaranya:
  • Hak miliki pribadi diakui
  • Stabilnya harga di pasaran disebabkan campur tangan pemerintah
  • Sektor ekonomi yang dikelola pemerintah digunakan untuk hajat rakyat
  • Kebebasan membuka usaha
  • Pemerintah lebih memperhatikan kegiatan perekonomian
  • Kestabilan ekonomi dijamin oleh pemerintah


Kelemahan Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ini merupakan jalan tengah yang diharapkan dapat mengatasi kekurangan dan kelemahan sistim kapital dan sosial. Maka secara logika, jika sistem ini diterapkan secara benar, kelemahan yang ada pada sistem sebelumnya dapat dihilangkan. Namun untuk beberapa pihak, sistem ini dianggap memiliki beberapa kelemahan seperti:
  • Beban pemerintah akan jauh lebih berat dari swasta
  • Pihak swasta kurang dapat memaksimalkan keuntungan dikarenakan campur tangan pemerintah dalam menentukan harga


SELUK BELUK SISTEM EKONOMI NEOLIBERALIS


Neoliberalisme adalah paham ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/ penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.

Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah AS (Washington Consensus). Bertujuan untuk menjadikan negara berkembang sebagai sapi perahan AS dan sekutunya/MNC.

Sesuai dengan namannya, neoliberalisme adalah bentuk baru dari paham ekonomi pasar liberal. Sebagai salah satu varian dari kapitalisme yang terdiri dari merkantilisme, liberalisme, keynesianisme, neoliberalisme dan neokeynesianisme. Neoliberalisme adalah sebuah upaya untuk mengoreksi kelemahan yang terdapat dalam liberalisme.

Sistem ekonomi neoliberalisme menghilangkan peran negara sama sekali kecuali sebagai “regulator” atau pemberi “stimulus” (uang negara) untuk menolong perusahaan swasta yang bangkrut. Contohnya, pemerintah AS harus mengeluarkan “stimulus” sebesar US$ 800 milyar (Rp 9.600 trilyun) sementara Indonesia pada krisis moneter 1998 mengeluarkan dana KLBI sebesar Rp 144 trilyun dan BLBI senilai Rp 600 trilyun, melebihi APBN saat itu.

Sistem ini berlawanan 100% dengan Sistem Komunis dimana negara justru menguasai nyaris 100% usaha yang ada.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Neoliberalis

Ada beberapa ciri-ciri atau karakteristik dari sistem ekonomi neoliberalis. Ciri-ciri sistem ekonomi liberalis adalah:
  • Memfokuskan pada metode pasar bebas
  • Pembatasan yang sedikit terhadap perilaku bisnis dan hak-hak milik pribadi.
  • Dalam kebijakan luar negeri, neoliberalisme erat kaitannya dengan pembukaan pasar luar negeri melalui cara-cara politis, menggunakan tekanan ekonomi, diplomasi, dan/atau intervensi militer.
  • Pembukaan pasar merujuk pada perdagangan bebas.
  • Pengurangan Subsidi
  • Mengutamakan Privatisasi/Penjualan BUMN
  • Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah
  • Pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.


Dampak Positif Sistem Ekonomi Neoliberalis

Salah satu agenda Neoliberalisme adalah pelaksanaan privatisasi, yaitu pemindahan kepemilikan perusahaan sektor publik ke sektor swasta. Privatisasi ini memiliki banyak manfaat bagi perusahaan diantaranya perusahaan akan banyak memperoleh tambahan modal untuk pengembangan usaha dan perusahaan akan banyak diawasi sehingga kinerjanya akan lebih bagus. Selain itu, privatisasi juga akan menimbulkan banyak hal positif yaitu dapat menciptakan banyak nilai tambah sehingga perekonomian daerah dapat tumbuh.

Privatisasi BUMN juga bisa dimaksudkan untuk membantu anggaran pemerintah dari tekanan defisit.

Dampak Negatif Sistem Ekonomi Neoliberalis

Neoliberalisme secara umum berkaitan dengan tekanan politik multilateral, melalui berbagai kartel pengelolaan perdagangan seperti WTO dan Bank Dunia. Ini mengakibatkan berkurangnya wewenang pemerintahan sampai titik minimum.

Neoliberalisme melalui ekonomi pasar bebas, berhasil menekan intervensi pemerintah dan melangkah sukses dalam pertumbuhan ekonomi pada kekuatan. Neoliberalisme bertolak belakang dengan sosialisme, proteksionisme, dan environmentalisme. Secara domestik, ini tidak langsung berlawanan secara prinsip dengan proteksionisme, tetapi terkadang sebagai alat tawar untuk membujuk negara lain untuk membuka pasarnya.

Neoliberalisme sering menjadi rintangan bagi perdagangan adil dan gerakan lainnya yang mendukung hak-hak buruh dan keadilan sosial yang seharusnya menjadi prioritas terbesar dari sebuah negara.


Neoliberalisme memiskinkan yang miskin, karena sistem ekonomi neoliberalisme lebih mengutamakan kepentingan pemodal atau kapitalis atau juga investor sehingga menempatkannya di posisi sentral substansial. Sementara posisi rakyat diletakkan pada posisi marginal residual atau pinggiran.

Jelas, sistem ekonomi neoliberalisme akan menggusur rakyat miskin, pembangunan rakyat tidak inherent dengan pembangunan ekonomi. Rakyat atau kalangan kelas bawah selalu menjadi budak di negerinya sendiri. Rakyat akan berada dicengkraman kapitalisme neoliberalisme yang merupakan penghisapan dan penindasan struktural.



Previous
Next Post »