[ORGANISASI DAN MANAJEMEN] Administrasi dan Organisasi di Negara Berkembang - T-Form Dalam Birokrasi di Indonesia

PENDAHULUAN MATERI INISIASI MODUL 7 DAN 8 ORGANISASI DAN MANAJEMEN UNIVERSITAS TERBUKA


Selamat berjumpa di sesi ke-6 (enam), yang akan di bahas pada pertemuan kali ini membahas 2 (dua) modul yaitu modul 7 Administrasi dan Organisasi di Negara Berkembang dan modul 8 T-Form Dalam Birokrasi di Indonesia. Tutor wajibkan untuk membaca modulnya, setelah membaca modulnya silakan berdiskusi pada ruang yang sudah disediakan.

Seluruh materi dapat Anda baca dalam ruang baca virtual (RBV) atau bahan ajar digital dengan alamat berikut: http://www.pustaka.ut.ac.id/lib/2016/08/08/adpu4217-organisasi-dan-manajemen-edisi-2/

Capaian pembelajaran (CP) dari sesi 6 (enam) ini adalah mampu menjelaskan ::
  1. Administrasi dan organisasi di negara berkembang
  2. T-Form dalam birokrasi di Indonesia.

Indonesia merupakan negara berkembang | credit: www.pexels.com

MATERI SINGKAT ADMINISTRASI DAN ORGANISASI DI NEGARA BERKEMBANG SERTA PENERAPAN T-FORM DI INDONESIA


Uraian singkat tentang kedua  materi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Mengkaji dan mengamati penyempurnaan organisasi, adaptasi organisasi pada abad 21 cenderung lebih bersifat organik virtual yang berbasis sistem jaringan. Strategi manajemen yang ditawarkannya untuk diterapkan dalam proses penyempurnaan organisasi tersebut meliputi relationship management, knowledge management, dan reputation management.

Berkaitan dengan dua strategi penyempurnaan manajemen yang ditawarkan O’Sullivan (2002) yakni relationship management dan knowledge management, dimana relationship management menyiratkan perlunya mengelola hubungan internal organisasi dan hubungan antar organisasi dalam iklim organisasi yang kolaboratif, sedangkan knowledge management menekankan pentingnya mengelola penciptaan, pembagian dan pemanfaatan pengetahuan dalam iklim yang kompetitif namun kolaboratif.

Secara khusus, Pinney (2003) menawarkan pula yang disebut dengan reputation management. Model ini lebih menonjolkan perbaikan atau penguatan prestasi dan akuntabilitas organisasi untuk menarik kepercayaan dari kalangan stakeholders atau mitra kunci.

Konsep-konsep manajemen yang ditawarkan tersebut memberikan indikasi bahwa organisasi supaya tidak mati harus adaptif. Artinya selalu mencermati elemen-elemen yang akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup organisasi. Administrasi dan organisasi harus seiring dengan perkembangan ilmu manajemen, tidak terkecuali apakah itu organisasi publik ataupun bisnis.

Pentingnya transformasi administrasi dan organisasional ini dibahas oleh Morgan (1996) dengan menyatakan bahwa pada dasarnya administrasi dan organisasi selalu menghadapi metamorfosa seperti metamorfosanya ulat menjadi kupu-kupu. Artinya, hanya ada dua pilihan bagi organisasi, yaitu berubah atau mati. Namun pilihan untuk berubah merupakan pilihan yang tepat, sebab bagi administrasi dan organisasi yang tidak memiliki fleksibilitas yang tinggi, tidak mungkin akan dapat bertahan hidup kecuali mereka mengubah atau menstruktur kembali organisasinya. Dalam kasus ini, O’Sullivan (2002) mengungkapkan bahwa dalam era jaringan kerja (networked era) sekarang ini, organisasi modern harus merubah struktur manajemennya from hierarchicaland mechanistic structures to more organic virtual and networked arrangements.
Previous
Next Post »