[ILMU LOGIKA] Proposisi Kategoris: Unsur Dasar Proposisi, Empat Macam Proposisi dan Negasi Proposisi Kategoris

APA YANG DIMAKSUD PROPOSISI DALAM ILMU LOGIKA?

Tepat, Inisiasi 4 merupakan penjabaran dari term. Ingat, Term mengungkapkan konsep atau pengertian sebuah kata. Ada term konotatif dan term denotatif. Pada inisiasi kali ini term denotatif dijabarkan atas dasar pada "luas pengertian" dari kata. Sebab itu, term berkaitan dengan "himpunan". Term di dalam ilmu logika berkaitan dengan "Proposisi" dan "Penyimpulan"

kumpulan kata | credit: www.freepik.com


Proposisi adalah suatu kalimat yang memiliki sifat khas, yakni dapat dinilai benar atau salah. Penyimpulan adalah proses penarikan sebuah proposisi (kesimpulan) dari satu atau dua proposisi (premis) lainnya.

Proposisi dibagi menjadi tiga (Bakry: 2012: 1.23), yaitu:
  • Proposisi Tunggal
    Proposisi tunggal terdiri dari sebuah pengertian.
  • Proposisi Kategoris
    Proposisi kategoris terdiri dari dua buah pengertian, yakni: subyek dan predikat.
  • Proposisi Majemuk
    Proposisi majemuk terdiri dari dua buah proposisi, yakni: proposisi khusus dan proposisi umum. 

Namun fokus pada inisiasi atau pembahasan kali ini adalah proposisi kategoris yang dijelaskan dengan tiga pemahaman, yaitu:
  1. Unsur Dasar Proposisi
  2. Empat Macam Proposisi
  3. Negasi Proposisi Kategoris 

UNSUR DASAR PROPOSISI DALAM LOGIKA


Dengan memahami arti proposisi, proposisi kategoris dijelaskan "jika term predikat diakui atau diingkari tentang term subyek secara mutlak atau tanpa syarat". Sebab itu, proposisi kategoris selalu berbentuk kalimat berita atau kalimat deklaratif. Ada 4 unsur dasar proposisi di dalam Proposisi kategoris:
  1. Term subyek (S) sebagai subyek dalam proposisi
  2. Term predikat (P) sebagai predikat dalam proposisi
  3. Kopula sebagai petunjuk kualitas proposisi (mengakui/ afirmatif atau mengingkari/ negatif).
  4. Kuantor sebagai petunjuk kuantitas proposisi (universal, singular, atau partikular).

Contoh nyatanya adalah kalimat berikut:
Seorang (Kuantor singular) Lionel Messi (S) adalah striker Barcelona (Kopula mengakui) menorehkan (P) gol terbanyak di Liga Spanyol.

Proposisi itu sama dengan “Lionel Messi menorehkan gol terbanyak di Liga Spanyol” atau “Lionel Messi tidak (Kopula mengingkari) menorehkan gol terbanyak di Liga Spanyol”.

EMPAT MACAM PROPOSISI DALAM ILMU LOGIKA

Atas dasar kuantitas proposisi di dalam proposisi kategoris, ada tiga jenis proposisi:
  1. Proposisi singular adalah pernyataan yang luas term subyeknya singular (sebuah atau tertentu)
  2. Proposisi particular adalah pernyataan yang luas term subyeknya particular (sebagian atau beberapa)
  3. Proposisi universal adalah pernyataan yang luas term subyeknya universal (semua).
Sementara atas dasar kualitas proposisi di dalam proposisi kategoris, ada 2 proposisi:
  1. Proposisi afirmatif
    Pernyataan yang term predikatnya diakui tentang term subyek
  2. Proposisi negatif
    Pernyataan yang term predikatnya diingkari tentang term subyek

Secara teoritik, ada 6 macam proposisi kategoris, tapi menjadi 4 macam proposisi kategoris. Sebab, arti sifat proposisi singular lebih memiliki persamaan dengan proposisi universal dari pada proposisi partikular.

Misalnya, "Seorang Agung adalah mahasiswa Tuton logika"; atau "Seorang Agung bukan mahasiswa Tuton logika".

Seorang (bukan sebagian) term subyek yang bersangkutan. Karena itu, disepakati oleh para ahli logika, ada 4 macam proposisi kategoris dengan lambang A, E, I dan O, yaitu:

  1. Proposisi kategoris"universal afirmatif" (A)
    Adalah pernyataan umum yang mengakui adanya hubungan term subyek dan term predikat. Proposisi A terbagi menjadi dua yakni: proposisi universal afirmatif ekuivalen dan universal afirmatif implikatif.

    Proposisi Universal Afirmatif Ekuivalen" (yang mengakui persamaan antara term subyek dan term predikat) dan Proposisi Universal Afirmatif Implikatif (yang mengakui semua term subyek adalah bagian dari term predikat).
  2. Proposisi Kategoris Universal Negatif (E) adalah pernyataan umum yang mengingkari adanya hubungan term subyek dan term predikat. Proposisi E hanya terdiri dari Proposisi Universal Negative Eksklusif, yang mengingkari tidak ada hubungan antara term subyek dan term predikat.
  3. Proposisi Kategoris Partikular Afirmatif (I) adalah pernyataan khusus yang mengakui adanya hubungan term subyek dan term predikat. Proposisi I terbagi menjadi dua yakni proposisi particular afirmatif inklusif dan proposisi particular afirmatif implikasi.

    Proposisi Particular Afirmatif Inklusif adalah proposisi kategoris partikular afirmatif yang mengakui sebagian term subyek adalah bagian dari term predikat. Sementara Proposisi Particular Afirmatif Implikasi yang mengakui sebagian term subyek adalah term predikat.
  4. Proposisi Kategoris Particular Negatif" (O) adalah pernyataan khusus yang mengingkari adanya hubungan term subyek dan term predikat. Proposisi O terbagi menjadi dua bagian yakni proposisi particular negatif inklusif dan proposisi particular negatif implikasi.

    Proposisi Particular Negative Inklusif adalah proposisi kategoris particular negatif, yang mengingkari sebagian term subyek bukan adalah bagian dari term predikat. Sementara Proposisi Particular Negative Implikasi adalah jenis proposisi yang mengingkari sebagian term subyek bukan adalah term predikat. 4 macam proposisi dapat dijelaskan lewat diagram himpunan.


7 MACAM NEGASI PROPOSISI KATEGORIS DALAM ILMU LOGIKA


Dari  4 (empat) macam proposisi di atas, terbentuk 7 macam proposisi negasi proposisi kategoris, yaitu:
  1. Proposisi Negasi Universal Afirmatif Ekuivalen
    Adalah pernyataan ingkaran umum mengakui persamaan term subyek dan term predikat.
  2. Propoisi Negasi Universal Afirmatif Implikasi
    Adalah pernyataan ingkaran umum mengakui semua term subyek adalah bagian dari term predikat.
  3. Proposisi Negasi Universal Negative Eksklusif
    Adalah pernyataan ingkaran umum mengingkari adanya hubungan term subyek dan term predikat.
  4. Proposisi Negasi Particular Afirmatif Inklusif
    Adalah pernyataan ingkaran khusus mengakui sebagian term subyek adalah bagian dari term predikat.
  5. Proposisi Negasi Particular Afirmatif Implikasi
    Adalah pernyataan ingkaran khusus mengakui sebagian term subyek adalah term predikat.
  6. Proposisi Negasi Particular Negatif Inklusif
    Adalah pernyataan ingkaran khusus mengingkari sebagian term subyek bukan adalah bagian dari term predikat.
  7. Proposisi Negasi Partikula Negatif Implikasi
    Adalah pernyataan ingkaran khusus mengingkari sebagian term subyek bukan adalah term predikat. Negasi proposisi kategoris pun bisa dijelaskan dengan diagram himpunan. 

Demikian proposisi kategoris yang merupakan penjabaran dari term denotatif, sehingga Konsep menjadi sebuah penalaran yang logis.



Sumber bacaan:

Noor Muhsin Bakri dan Sonjoruri Budiani Trisakti. Logika. Ed. II. Jakarta: Universitas Terbuka, 2012, hal. 4.1-4.43.



Previous
Next Post »