9 KELEBIHAN DAN KELEMAHAN PENGGUNAAN METODE ETNOGRAFI PADA STUDI ANTROPOLOGI DAN PENELITIAN SOSIAL LAINNYA

*Oleh  Crystal Ayres (10 Oktober 2016)

ARTI ETNOGRAFI DAN SEKILAS HAL SINGKAT TENTANG METODE ETNOGRAFI

Etnografi adalah pembelajaran atau studi yang secara sistematis membahas manusia berikut kebudayaannya. Studi ini mempelajari berbagai proses kebudayaan manusia dan hasil akhir dari kebudyaan tersebut. Kata ‘etnografi’ berasal dari bahasa Yunani, yakni ‘ethnos’ atau ‘manusia’ dan kata ‘grapho’ atau ‘saya menulis’.

metode etnografi antropologi kelemahan kelebihan
perempuan suku akha sedang tersenyum sambil memperlihatkan kopi | credit: www.freepik.com

Studi etnografi telah muncul sejak beberapa dekade, dan mencapai puncak kepopulerannya pada akhir abad ke-19. Ada beberapa pendekatan dalam metode etnografi. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Franz Boaz. Pendekatan metode etnografi yang dikenalkan oleh Franz Boaz menggunakan dokumen dan sumber data (informan) untuk mempelajari dan menganalisis kebudayaan manusia di dunia.


Akan tetapi, para ahli etnografi lebih menyukai pendekatan metode etnografi yang dikenalkan oleh Bronislaw Malinowski yang meyakini bahwa seorang etnograf harus membaur dan berusaha menjadi bagian dari masyarakat berikut kebudayaan yang sedang dipelajarinya.  Malinowski membuktikan teorinya dengan pergi ke Pulau Trobriand, tinggal disana beberapa tahun untuk menyelesaikan tulisannya dan bahkan ia berhasil mempelajari bahasa yang digunakan oleh penduduk lokal disana.

Metode etnografi menjanjikan cakupan pembahasan yang luas pada sebuah penelitian dan kaya akan data-data penting demi keuntungan penelitian. Akan tetapi tidak menampik bahwa metode etnografi juga memiliki beberapa kekurangan. Berikut adalah pembahasan mengenai kelebihan dan kelemahan yang terdapat pada metode etnografi pada ilmu antropologi. 

KELEBIHAN PENGGUNAAN METODE ETNOGRAFI DALAM PENELITIAN

Berikut ini adalah kelebihan dari penggunan metode etnografi dalam penelitian pada studi etnografi maupun studi ilmu sosial lainnya.

MEMBANTU PENELITI DAN KHALAYAK UMUM UNTUK MEMAHAMI KEBUDAYAAN BANGSA ATAU SUKU LAIN


Melalui hasil karya para ahli etnografi, kita dapat mempelajari secara mendalam kebudayaan bangsa lain yang berada di dalam negeri baik kebudayaan dari bangsa yang ada di luar sana, seperti tradisi, norma-norma dan daya cipta. Hal ini berakibat positive, yakni kita bisa memiliki pikiran terbuka (open-minded) dan menyadari bahwa kebudayaan manusia di dunia ini sangat beragam. Dengan menyadari keberagaman ini, kita bisa menjadi pribadi yang lebih toleran dan menerima dengan tangan terbuka setiap perbedaan yang terdapat pada orang lain baik dalam segi ras, etnik, agama dan pandangan politik masing-masing individu.

Bagi mereka yang sedang merencakan liburan, pelancong atau bekerja di luar negeri, studi etnografi dapat membantu dalam memberikan informasi, data penting dan karakteristik negara yang akan dikunjunginya. Sehingga mereka dapat menghindari perbuatan yang melanggar norma/aturan yang berlaku di sana serta mudah beradaptasi dengan penduduk lokal atau bahkan beroleh sahabat karib baru.

METODE PENELITIAN ETNOGRAFI MEMBANTU PARA PROFESSIONAL UNTUK BEROLEH INFORMASI MENGENAI TARGET PASAR PERUSAHAAN MEREKA


Hasil studi etnografi sangat bermanfaat bagi berbagai perusahaan dan bisnis yang dijalankan oleh mereka (seperti startup dan perusahaan konvensional skala multi-nasional). Ini karena metode pendekatan etnografi bermanfaat bagi pelaku usaha untuk mempelajari target pasar atau tipe konsumen mereka di negara yang dibidik.

Consumer Ethnography atau Konsumen Berbasis Lokal adalah tipe pembelajaran etnografi yang memberikan gambaran jelas bagi para entrepreneur mengenai siapa yang memberi produk mereka, layanan apa yang disenangi oleh konsumen, dan mengapa mereka membeli barang-barang/menggunakan jasa tersebut. Dengan data-data ini, para analis bisnis dapat menciptakan suatu strategi guna menguasai pasar dan mengembangkan produk atau jasa mereka sehingga dapat menarik lebih banyak konsumen lagi.

STUDI ETNOGRAFI MEMBANTU PARA ILMUWAN UNTUK MENGETAHUI PERILAKU MANUSIA PADA SUATU BANGSA


Ilmuwan-ilmuwan yang bekerja dalam bidang behavioral science atau ilmu mengenai perilaku manusia (sosiologi dan psikologi) dapat dengan mudahnya memahami cara kerja tentang bagaimana dan mengapa orang-orang yang mereka teliti berperilaku terhadap sebuah stimulan. Studi etnografi membantu para ilmuwan dalam mencari tahu apa faktor penyebab dari reaksi dan keputusan yang dibuat orang-orang terhadap sebuah stimulan.

Studi etnografi juga membantu para ilmuwan untuk mengetahui apakah perilaku suatu populasi terhadap stimulan bersifat terbatas (hanya untuk komunitas itu) atau bersifat universal (berlaku bagi setiap individu) tanpa mempedulikan apa agamanya, dimana mereka tinggal, norma apa yang dianut, apa pandangan politiknya dan latar belakang pendidikan mereka.

DALAM STUDI ETNOGRAFI, SANGAT MUDAH DITEMUKAN SUATU DATA DAN PENEMUAN HAL-HAL BARU YANG BELUM PERNAH DIBAHAS


Metodologi Etnografi menggunakan pendekatan teknik pengumpulan data berdasarkan kualitas (kualitatif) daripada jumlahnya (kuantitatif).

Ini artinya, metodologi etnografi lebih mengandalkan hasil observasi peneliti dengan subjek yang diteliti (dengan cara interview) sehingga menghasilkan data yang lebih berkualitas dan berbobot isinya daripada data yang diambil dari pemilihan beberapa indikator pertanyaan yang terbatas seperti ‘ya’ atau ‘tidak’

Metode penelitian seperti ini menghasilkan suatu temuan data yang tidak terdapat pada cara-cara pengambilan data kuantitatif. Sehingga hasil dari metodologi etnografi lebih detail, mendalam, dan menyeluruh.

KELEMAHAN-KELEMAHAN METODOLOGI ETNOGRAFI PADA STUDI ANTROPOLOGI

Berikut adalah beberapa kelemahan dari metodologi etnografi jika diterapkan pada suatu penelitian

SULITNYA MEMILIH SAMPLE DATA KREDIBEL DARI POPULASI YANG ADA


Karena metodologi etnografi bergantung pada penelitian kualitatif, adalah sangat sulit bagi peneliti untuk memilih sample dari objek yang ditelitinya. Ini karena setiap sample atau individu memiliki pengalaman personal yang berbeda-beda walau mereka berasal dari suku/bangsa/komunitas yang sama atau tinggal di pemukiman yang sama pula.

Contohnya: Seorang kepala suku tentu memiliki strata dan kedudukan yang lebih tinggi daripada anggota sukunya. Sehingga dari sekian banyak anggota suku, dia lah yang memiliki kualitas hidup dan privilege yang lebih baik. Sehingga memasukkan data atau pandangan kepala suku saja, tidak mencerminkan keseluruhan sample pada populasi suku tersebut.

METODOLOGI ETNOGRAFI MEMERLUKAN BANYAK WAKTU


Salah satu dari kelemahan metodologi etnografi adalah penggunaan waktu penelitian yang tidak singkat alias lama. Misalnya, sebelum seorang etnograf membuat report dan menerbitkan laporan jurnal penelitiannya mengenai sekelompok suku, dia harus beradaptasi dengan suku tersebut. Membuat mereka nyaman dengan keberadaannya. Yang tentunya proses adaptasi ini membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun agar dia bisa memberikan suatu kesimpulan yang menyeluruh. Sembari mengamati keseharian suku tersebut, apa yang mereka konsumsi, aturan-aturan, upacara-upacara, tradisi dan berbagai hal penting lainnya.

HASIL PENELITIAN CENDERUNG DIDASARKAN ATAS KUALITAS HUBUNGAN PENELITI DENGAN SUBJEK PENELITIAN


Tidak seperti penelitian dengan metode kuantitatif yang datanya bisa diperoleh dengan hubungan tak langsung (impersonal), peneliti dengan metode etnografi mensyaratkan peneliti untuk selalu berhubungan dan stay contact serta memiliki hubungan personal yang baik dengan subjek yang diteliti. Boleh dikatakan jika membangun hubungan komunikasi itu mudah, akan tetapi ada beberapa kasus dimana seorang etnograf harus melewati masa-masa sulit dalam membuat laporan jurnal penelitiannya terhadap subjek yang diteliti.

Ini sering kali terjadi pada suku/komunitas/bangsa yang belum pernah atau jarang melakukan kontak dengan orang asing diluar komunitas mereka. Atau suku yang sangat tidak ramah terhadap pendatang yang hidup di wilayah mereka.

METODE ETNOGRAFI BERGANTUNG PADA KETERBUKAAN DAN SIFAT JUJUR SUBYEK YANG DITELITI


Kesuksesan dari penelitian berbasis metode etnografi sangat bergantung pada ketersediaan subyek untuk bersikap terbuka kepada peneliti. Jika subyek penelitian tidak mempercayai peneliti atau tidak memiliki hubungan yang baik dengannya, maka mereka tentunya tidak akan membuang-buang waktu untuk mengajari dan memberikan peneliti pengetahuan, sejarah, kearifan, kebajikan dan cara-cara hidup serta budaya mereka kepada si peneliti. Sehingga peneliti tidak beroleh data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan karena tidak betul-betul mengerti apa yang sedang terjadi.

Tentu saja hal penting lain yang harus dipertimbangkan adalah tidak semua orang atau suku mau menunjukkan perilaku dan tabiat asli mereka kepada orang asing. Ketika mereka merasa diawasi segala bentuk perilaku dan tingkah laku dan segala normanya, maka sudah barang tentu obyek penelitian ini hanya menunjukkan hal-hal baik saja, baik disengaja maupun tidak, agar nampak bahwa hal-hal tersebut ‘baik’ atau dapat dikatakan ‘terhormat’ dalam konteks peradaban. Ini yang sering kali mengecoh para peniliti dengan metode etnografi.

PENELITIAN DENGAN METODE ETNOGRAFI RAWAN DENGAN BIAS KULTUR


Meskipun para ahli etnografi berusaha sekuat tenaga dan pikiran untuk bersikap objektif, penelitian mereka tetap dapat dipengaruhi oleh bias kultur dan ketidaktahuan (ignorance). Pada beberapa kesempatan, terkadang seorang peneliti mempercayai bahwa ras atau suku atau kebangsaan atau negara mereka ‘lebih baik’ atau ‘superior’ daripada bangsa lain. Ini dapat berakibat buruk pada pemahaman studi mereka dan interaksi sosial dengan subyek yang diteliti.

Bias kultur terjadi bukan hanya pada perbandingan secara cultural saja, melainkan pula pada pandangan nilai-nilai agama, sosial, pandangan politik dan sistem ekonomi yang berlainan dengan objek yang diteliti. Ketika hal ini terjadi, maka hasil jurnal penelitian yang ditulis berakhir dengan kesimpulan yang samar-samar subyektif serta tidak dapat diandalkan kebenarannya 100%.

KESIMPULAN DARI KELEMAHAN DAN KELEBIHAN METODE ETNOGRAFI PADA STUDI ANTROPOLOGI


Metode etnografi sangat bermanfaat bagi ilmuwan dan masyarakat umum. Akan tetapi perlu diingat bahwa metode etnografi memiliki beberapa kelemahan seperti terkurasnya waktu, tenaga serta biaya dan proses penelitian yang tidak mudah serta hasil yang kemungkinan tidak sepenuhnya akurat.




Diterjemahkan dari:
https://greengarageblog.org/9-pros-and-cons-of-ethnography
Previous
Next Post »