14 Prinsip-Prinsip Administrasi Manajemen Menurut Henri Fayol

credit: www.marketing91.com


Heniy Fayol (1941-1952) adalah seorang pelopor scientific theory yang sangat terkenal. Fayol membuat suatu teori dan pendekatan bagi perkembangan studi administrasi yang disebut “Administrative Management Theory” atau teori manajemen administrasi.

Henri Fayol adalah seorang eksekutif bisnis (general manager) pada salah satu perusahaan besar dan terkenal, sehingga teori-teorinya berdasarkan analisis administrasi dari sudut puncak management (top management) sehingga pada akhirnya teori Fayol dikenal sebagai "Top Level Theory” atau teori pimpinan puncak.

Baca selanjutnya: Unsur-Unsur Pokok atau Elemen Dasar Pembentuk Administrasi Negara/Publik Menurut Para Ahli


Tiga sumbangan besar Henri Fayol bagi landasan dan pemikiran administrasi dan manajemen adalah:

  1. Aktivitas organisasi
  2. Fungsi dan tugas manajer
  3. Prinsip-prinsip administrasi dan manajemen

Salah satu sumbangan yang signifikan adalah mengenai prinsip-prinsip administrasi oleh Henri Fayol. Beliau mengemukakan 14 (empat belas) prinsip prinsip administrasi sebagai berikut:

  1. Pembagian kerja (division of work)
    Bahwa untuk memperoleh efisiensi yang tinggi, perlu pemusatan kegiatan sesuai dengan bidang keahlian karyawan atau disebut prinsip spesialisasi
  2. Wewenang dan tanggungjawab (authority and responsibility)
    Wewenang merupakan hak yang melekat dalam jabatan administrator atau manajer untuk memberi perintah. Konsekuensi dari adanya wewenang tersebut adalah tanggungjawab, baik bagi yang memberi perintah maupun yang menerima perintah
  3. Disiplin (dicipline)
    Merupakan hal yang mutlak dalam suatu kegiatan kerja sama. Disiplin harus ditaati serta mengikat seluruh tingkatan administrator atau manajer dan seluruh anggota organisasi.
  4. Kesatuan perintah (unity of command)
    Setiap bawahan hanya menerima perintah dari satu atasan (pimpinan)
  5. Kesatuan arah atau tujuan (unity of direction)
    Bahwa kegiatan kerja sama harus mempunyai tujuan yang sama yang ditetapkan pada saat perencanaan.
  6. Menempatkan kepentingan organisasi (umum) di atas kepentingan pribadi (subordination of individual to general interest)
  7. Pengupahan atau penggajian (remuneration)
    Harus mempunyai metode pembayaran yang adil dan jujur sesuai dengan kompensasi pekerjaan dengan mengupayakan agar dapat memuaskan baik atasan mau pun bawahan.
  8. Pemusatan/Sentralisai (centralization)
    Wewenang perlu didelegasikan kepada bawahan, tetapi tanggungjawab akhir tetap dipegang oleh pimpinan puncak (top manager). Masalahnya adalah seberapa besar wewenang yang ahrus didelegasikan dan seberapa besar yang harus disentralisasikan.
  9. Skala hierarki (scalar chain)
    Artinya bahwa melalui garis hirarki atau jenjang organisasi, pimpinan puncak dari suatu organisasi mendelegasikan wewenangnya dan menurunkan program sampai ke pimpinan tingkat bawah dan anggota organisasi.
  10. Tata Tertib (order)
    Bahwa penempatan dan pendayagunaan sumber daya manusia dan sumber daya peralatan dalam suatu organisasi harus dilakukan secara tepat, profesional dan proporsional.
  11. Keadilan (equity)
    Kesetiaan dan pengabdian anggota organisasi harus diimbangi dengan perlakuan adil dan kebaikan dari pimpinan (administrator)
  12. Stabilitas Jabatan (stability of job)
    Karyawan (pekerja) perlu diberi waktu yang cukup dalam menjalankan tugas dan fungsinya secara efektif. Oleh karena itu perlu dikurangi pergantian-pergantian jabatan (mutasi) bagi karyawan.
  13. Prakarsa (initiatif)
    Pada semua level dalam suatu organisasi, semangat kerja perlu didukung oleh prakarsa. Oleh karena itu para bawahan perlu diberi kebebasan mengeluarkan pendapat dan kebebasan menilai kesalahan-kesalahan yang terjadi.
  14. Solidaritas kelompok kerja (espirit de corps)
    Prinsip ini menitikberatkan semangat persatuan dan kesatuan, perlunya kerja sama dan memelihara hubungan antar anggota organisasi, guna menumbuhkan dan meningkatkan motivasi kerja.
Ke-empatbelas prinsip-prinsip administrasi oleh Henri Fayol diatas merupakan salah satu sumbangan terbesar dalam dunia administrasi modern yang berbasis scientific management.

Previous
Next Post »