Pendekatan-Pendekatan Ilmu Administrasi Negara Menurut Robert Presthus

T: "Cobalah Anda cari dan diskusikan pendekatan-pendekatan institusional, struktural, perilaku, dan pasca-perilaku sebagaimana dikemukakan oleh Robert Presthus!"


credit: amazon.ca

Pendekatan Institusional

Merupakan pendekatan yang menekankan pada kelembagaan dan organisasi ke-pemerintahan. Jantung utama pendekatan ini terletak pada studi mengenai struktur, fungsi, hukum dan regulasi dari lembaga eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

sumber: https://www.managementstudyguide.com/institutional-approach-to-public-administration.htm

Pendekatan Struktural

Pendekatan struktural pada ilmu administrasi publik merupakan istilah yang diadaptasi dari ilmu sosiologi dan anthropologi yang menginterpretasikan sosial kemasyarakatan sebagai sebuah struktur dengan bagian yang saling berhubungan. Pendekatan ini menjelaskan mengenai mekanisme untuk memahami proses-proses sosial dan struktur di dalamnya. Berdasarkan konsep pendekatan struktur, lembaga pemerintah merupakan contoh nyata dari struktur sosial dengan aturan; sebuah struktur dapat menjalan berbagai fungsi dan vice versa (sebuah fungsi dapat dijalankan oleh berbagai struktur)

sumber: https://www.managementstudyguide.com/structural-functional-approach-to-public-administration.htm

Pendekatan Perilaku (Behavioural Approach)

Pendekatan ini menekankan bahwasannya aktivitas administrasi tidak dapat terlepas dari studi mengenai behaviourism yang meneliti perilaku individu dan kesadaran perilaku kolektif manusia serta dampaknya dalam ruang lingkup administrasi publik (Herbort Sumon).

Menurut Presthus, pendekatan perilaku seringkali bergantung pada keadaan politik dan bersifat temporal belaka. Seringkali terjadi ketimpangan antara idealisme dan kenyataan yang ada. Pendekatan Perilaku bagi Presthus kadang sangat membingungkan, runyam dan usaha yang sia-sia (embarassing effort). Akan tetapi, Presthus meyakini bahwasannya pendekatan perilaku (behaviourism approach) pada ilmu administrasi akan meningkatkan nilai dan mutu keilmuan jika dilaksanakan secara gamblang sesuai sudut pandang kaum behaviouralist dengan konsep matang yang diaplikasikan pada metodologi ilmu administrasi publik.

sumber:
https://www.managementstudyguide.com/behavioral-systems-approach-to-public-administration.htm
https://academic.oup.com/sf/article-abstract/44/4/592/2228412?redirectedFrom=fulltext

Pendekatan Pasca Perilaku (Post-Behavioural)

Merupakan produk lanjutan daripada Pendekatan Perilaku aka pendekatan yang muncul untuk menentang Pendekatan Perilaku yang 'cacat' dalam penerapannya. Walau lebih condong ke political science, pendekatan ini berkaitan erat dengan ilmu administrasi publik/negara utamanya dalam penerapan nilai-nilai administrasi yang dianut. Pendekatan post-behavioural menekankan pada tindakan untuk menyelesaikan masalah dalam konteks masa depan dan saat ini. Pendekatan ini lebih praktikal daripada Pendekatan Perilaku.

sumber: http://samaj-thesociety.blogspot.com/2011/04/behavioral-and-post-behavioral-approach.html

Baca juga: Inti Pendekatan-Pendekatan Ilmu Administrasi Negara/Publik Menurut Para Ahli


T: "Seperti kita ketahui bahwa Administrasi Negara terkait dengan beberapa ilmu sosial lainnya seperti: Sejarah, Sosiologi, Antroplogi, Adm. Niaga, dan Ilmu Jiwa.  Menurut pendapat Anda disiplin ilmu apa yang paling banyak berpengaruh terhadap Administrasi Negara?"


Menurut saya, disiplin ilmu yang paling banyak berpengaruh terhadap ilmu administrasi negara adalah Administrasi Niaga. Dikarenakan dengan adanya batasan keilmuan jelas yang diciptakan antara administrasi negara dari ilmu-ilmu sosial lainnya oleh Ilmu Administrasi Niaga. Artinya Ilmu Administrasi Niaga merupakan partner sejati dari Ilmu Administrasi Negara. Sebab keduanya menjalankan esensi keilmuan yang sama namun berbeda 'majikan'.

Tanggapan Dosen
Jika administrasi negara lebih mengedepankan pengaruh dari administrasi niaga. Maka hasil yang  didapatkankan tidak bisa maksimal karena semuanya saling berkesinambungan dan semuanya saling melengkapi. Perspektif administrasi publik akan lebih mudah diungkapkan dengan menggunakan analisis sejarah dan antropologi budaya. Ilmu ekonomi menyumbangkan analisis biaya dan manfaat, sedang administrasi niaga menyumbangkan konsep gerakan Manajemen Ilmiah. Ilmu jiwa membantu untuk memahami individu dalam situasi administrasi. Sosiologi memberikan pembahasan yang mendalam mengenai birokrasi dan kooptasi.

Balasan Tanggapan
Pendapat dosen adalah benar adanya. Akan tetapi yang saya tekankan disini; studi keilmuan yang paling banyak berpengaruh terhadap Administrasi Negara adalah Ilmu Administrasi Niaga.Sebab ilmu sosial lainnya tersebut (analisis sejarah, anthropologi budaya, ilmu ekonomi, ilmu jiwa dan sosiologi) jika muncul tanpa adanya Ilmu Administrasi Niaga, maka esensi Administrasi Negara menjadi kabur dan kurang terarah.
Boleh dikatakan bahwa ilmu sosial (selain Ilmu Adm. Niaga) bersifat sebagai suplementer. Sedangkan Ilmu Adm. Niaga adalah komplementer daripada Ilmu Administrasi Negara. Keduanya dalam satu cabang yang sama-sama dipengaruhi ilmu jiwa, budaya, sosiologi, ekonomi dan analisis sejarah.
Previous
Next Post »