Lunturnya Kebudayaan Indonesia dan Solusinya

pentas sendratari ramayana ramakien
credit: pelajaran.id


Indonesia Terdiri dari berbagai suku, budaya dan agama dan itu bagian dari kekayaan negara kita. Seperti yang kita ketahui, perkembangan budaya indonesia salalu saja naik dan turun. Indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang harus dibanggakan oleh penduduk indonesia sendiri, akan tetapi dewasa ini telah banyak yang melupakan apa itu budaya Indonesia.

Gencarnya arus globalisasi di tambah lagi dunia informasi yang tiada batas maka berdampak pada generasi muda kita tentang  rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang, dan ini sangat berdampak tidak baik bagi masyarakat asli Indonesia. Terlalu banyaknya budaya asing yang masuk ke Indonesia, masyarakat kini telah berkembang menjadi masyarakat modern, buktinya, masyarakat luar lebih mengenal budaya indonesia dibandingkan masyarakat indonesia.


  1. Kemukakan argumentasi anda tentang  kondisi diatas!
  2. Bagaimana argumentasi anda tentang  menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya kita sendiri terutama bagi generasi muda ?
Saya setuju dengan pendapat mengenai lunturnya kebudayaan yang harus dilestarikan oleh generasi muda. Ini mengingat bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang mengalami krisis identitas. Dalam ilmu pengetahuan, kita berkiblat kepada Jepang, dan Amerika. Dalam ilmu keagamaan, kita berkiblat kepada Timur Tengah.

Saya rasa, pengaruh globalisasi merupakan hal yang tidak bisa dielak. Akan tetapi harus dibarengi dengan adaptasi-adaptasi tertentu yang harus dilakukan oleh pelopor dan pewaris kebudayaan bangsa agar selaras dengan kemajuan teknologi. Dalam hal ini, baiknya kita meniru Jepang. Walau merupakan negara modern yang serba terkomputerisasi, Jepang tidak meninggalkan kebudayaan asli mereka. Ini dikarenakan mereka mampu beradaptasi dengan dunia global dan bahkan pencipta kebudayaan baru sebab pengaruh teknologi mereka. Sebut saja cosplay, harajuku, dan anime.

Sebagai bangsa yang kaya akan budaya, kita harus bangga. Terlebih,  jangan sampai kita dipengaruhi doktrin yang mengatakan bahwa banyak dari budaya kita merupakan musyrik, dan penuh maksiat. Seperti yang terjadi belakangan ini oleh sebuah ormas keagamaan di Jawa Timur. Sebagai manusia yang berbudaya dan beragama, kita harus tahu batasan antara menjadi muslim atau menjadi orang Arab.

Cara menumbuhkan rasa cinta kepada budaya sendiri adalah dengan tidak memandang sebelah mata budaya tersebut. Dengan menumbuhkan sikap percaya diri akan budi daya hasil peradaban bangsa ini yang tentunya harus disesuaikan dengan kemajuan zaman. Menyaring budaya hedonisme dan materialistic, salah satunya. Kita juga bisa menghadiri pesta rakyat, kirab budaya, acara petik laut, Yadnya Kasadha (di daerah saya), mempelajari tari-tari dan menyukai produk lokal, serta bergabung dengan sanggar budaya sebagai pengisi waktu luang. Itu lebih baik daripada menghabiskan uang dan waktu untuk bermain game online dan saling mengutuk pemain game lainnya (kerap terjadi antara gamer Indonesia dengan Filipina).

Orangtua juga harus mengenalkan budaya bangsa sejak kecil. Misal dengan mengajak buah hati mengikuti perhelatan budaya dan menjelaskan makna-makna yang terkandung di dalamnya.

Previous
Next Post »